5 mistakes when upgrading a corporate network
Posted by ricky.lesmana · July 25, 2026 · 5 min read
Ada yang pernah ngalamin nggak sudah keluar budget besar buat upgrade jaringan, eh performa kerja tim malah nggak kerasa bedanya?
Ini sebenarnya kejadian yang cukup sering saya temui. Dan biasanya bukan karena teknologinya jelek, tapi karena cara mikirnya dari awal sudah keliru. Banyak yang masih menganggap upgrade jaringan itu ya sekadar "ganti perangkat lama pakai yang baru." Padahal jaringan sekarang itu udah jadi tulang punggung hampir semua hal di bisnis dari operasional harian sampai rencana ekspansi.
Nah, ini 5 kesalahan yang paling sering saya temui, siapa tahu ada yang relate:
1. Upgrade Duluan, Mikir Belakangan Banyak yang langsung beli perangkat baru tanpa nanya dulu ke diri sendiri: "Sebenarnya masalah bisnis apa sih yang mau saya selesaikan?" Kalau ini dilewatkan, hasilnya sering perangkat canggih tapi nggak nyambung sama kebutuhan bisnis yang sebenarnya.
2. Kemakan Harga Murah Wajar sih tergoda sama penawaran termurah. Tapi sering kali, murah di depan itu mahal di belakang downtime lebih sering, kapasitas cepat mentok, biaya maintenance jalan terus. Yang perlu dilihat bukan cuma harga beli, tapi total biaya jangka panjangnya.
3. Keamanan Baru Dipikirin Belakangan Ini yang paling sering bikin saya geleng-geleng. Cybersecurity itu harusnya dipikirkan dari awal desain, bukan ditambahkan setelah semua terpasang. Setiap perangkat yang terkoneksi, setiap karyawan yang kerja remote, setiap aplikasi cloud itu semua celah potensial. Kalau keamanannya nyusul, ya wajar kalau rentan.
4. Desainnya Cuma Buat Kebutuhan Sekarang Bisnis kan nggak diam di tempat ada cabang baru, ada hybrid work, ada makin banyak orang pakai cloud. Kalau jaringan cuma dirancang buat kondisi hari ini, ya beberapa tahun lagi pasti kelabakan lagi. Mending sekalian dipikirkan buat 3-5 tahun ke depan.
5. Selesai Instalasi, Dianggap Selesai Semua Ini yang paling sering diremehkan. Padahal justru setelah jaringan jalan, itu yang perlu dipantau terus ada SLA yang jelas, ada monitoring real-time, ada jadwal maintenance rutin. Kalau nggak, masalah biasanya baru ketahuan pas sudah kejadian gangguan besar.
Jadi intinya, upgrade jaringan yang berhasil itu bukan soal seberapa canggih atau mahal perangkatnya, tapi soal seberapa matang perencanaannya dari awal sampai setelah terpasang.
Pertanyaan yang lebih tepat mungkin bukan "kapan kita upgrade jaringan," tapi "jaringan kita sekarang ini sebenarnya sudah siap belum buat mendukung ke mana bisnis kita mau dibawa?"
Di INDITAMA, kami sering diajak diskusi soal ini sama klien dan biasanya percakapannya nggak dimulai dari "mau beli apa," tapi dari "mau ke mana bisnisnya."